Kenapa Kita Harus Mempelajari Kristologi?

Posted on September 11, 2013


Selama ini seruan dakwah Islam baru berkumandang dikalangan umat Islam saja, dan belum menyentuh sama sekali orang-orang di luar Islam khususnya umat Kristen sebagai agama terbesar kedua di Indonesia. Sementara dari kalangan Missionaris Kristen begitu agresif melakukan ekspansi agamanya terhadap kaum muslimin,  sehingga tidak sedikit dari umat kita yang berhasil mereka murtadkan, padahal agamanya batil. Semua kita tahu bahwa Islam ini adalah agama untuk seluruh umat manusia dan bukan untuk kelompok tertentu, sebagaimana firman Allah :

“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (Qs Saba’ : 28)

Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk”. (Qs Al A’raaf : 158)

Senada dengan ayat di atas, Allah juga memerintahkan kita secara spesifik supaya mengajak orang-orang kafir ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) untuk kembali ke jalan yang benar, seperti Firman Allah :

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (Qs Al Imran : 64)

Secara khusus ayat ketiga ini mengajak umat Kristen  agar kembali kepada kebenaran yang kalau diteliti dengan seksama hal itu masih tergambar dengan jelas dalam Kitab Suci mereka meskipun sudah tercampur dengan unsur-unsur infiltrasi (penyusupan) yang telah dilakukan oleh jaringan Syaiton.

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu manusia menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (Qs Al An’am : 112)

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan”. (Qs Al Baqarah : 79)

Jadi kita harus bisa menunjukkan mana diantara isi Kitab Suci mereka itu yang masih sama dengan Al-Qur’an dan mana yang sudah dipalsukan. Hal itu hanya bisa kita lakukan dengan bermodalkan pengetahuan kristologi.

Berdasarkan dalil-dalil di atas, maka jelaslah bagi kita bahwa dakwah ini harus sampai kepada orang-oarang di luar Islam, tentunya dengan cara (metode) yang terbaik sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah. Salah satu metode dakwah yang paling efektif adalah dengan memiliki wawasan kristologi, tanpa bekal ilmu tersebut para dai akan mengalami kesulitan mensosialisasikan Islam ini. Oleh karena itu, bagi aktivis dakwah jika dakwah kita ingin sukses dengan hujjah yang nyata diperlukan wawasan lain di luar Al-Qur’an dan Hadits yaitu ilmu kristologi. Alasannya tidak lain karena orang-orang non muslim tidak beriman kepada kitab suci umat Islam tersebut. Untuk lebih jelasnya apa itu ilmu kristologi, berikut ini akan dibahas secara detail dengan segala tujuannya.

Pengertian Kristologi 

Kristologi adalah ilmu yang mempelajari tentang agama Kristen dan ke Kristenan. Istilah ini mamang masih terasa asing dikalangan umat Islam karena dianggap tidak perlu untuk mempelajarinya. Adapun hukum mempelajari kristologi ini ialah termasuk fardhu kifayah, berdasarkan keterangan Hadits Rasulullah saw yang mafhumnya demikian. Suatu hari Rasulullah saw memerintahkan Zaid bin Tsabit radhiyallahu anhu untuk mempelajari bahasa Israel (Ibrani) karena kitab suci umat Yahudi dan Nasrani ketika itu masih menggunakan bahasa aslinya. Tentu maksudnya tidak lain, supaya ada diantara sahabat yang mengerti bahasa Israel sehingga dapat membaca kitab suci mereka yang nota bene telah menyimpang dari kebenaran. Dengan keterangan di atas, dapat kita jadikan sebagai hujjah  pentingnya mempelajari bahasa dan Kitab Suci agama lain, khususnya agama Kristen. Kemudian timbul sebuah pertanyaan, kenapa yang kita pelajari saat ini hanya terfokus kepada ajaran Kristen (Kristologi) ?

Untuk menjawab pertanyaan di atas perlu dijelaskan beberapa alasan diantaranya :

  1. Melaksanakan perintah Allah supaya kita berdakwah kepada umat Kristen (Qs Al Imran : 64) , serta berdakwah dengan menggunakan bahasa kaumnya (Qs Ibrahim : 4 )
  2. Di Indonesia agama Kristen terbesar kedua
  3. Agama Kristen masih tergolong agama samawi
  4. Kitab sucinya masih ada yang benar
  5. Tokoh kristen juga mempelajari Islamologi
  6. Kristenisasi merajalela
  7. Efektif berdakwah kepada orang Kristen dengan Kristologi
  8. Rasulullah hanya menuyuruh mempelajari bahasa orang Yahudi dan Nasrani.

Inilah beberapa alasan kenapa para dai perlu mempelajari kristologi. Seiring dengan itu pergerakan kristenisasi juga begitu luar biasa di Indonesia, sehingga bekal ilmu ini menjadi penting.

Tujuan Mempelajari Kristologi

Keberhasilan melaksanakan tugas apapun di dunia ini sangat ditentukan oleh beberapa syarat, antara lain yang pertama dan terutama adalah persyaratan ilmiah. Dalam melaksanakan tugas dakwah seorang dai disamping harus menguasai ilmu-ilmu dasar Islam seperti Al-Qur’an dan Sunnah, juga harus menguasai ilmu-ilmu pendukung yang lain sesuai dengan sasaran-sasaran khusus yang ingin dicapai. Bagi yang ingin berhasil melaksanakan dakwah dikalangan kaum tradisional, sudah tentu harus menguasai dunia adat dan tradisi sehingga dia bisa berbicara dengan bahasa mereka. Demikian juga jika kita ingin berhasil berdakwah kepada umat Kristen haruslah memiliki pengetahuan yang cukup tentang ke Kristenan.

Maka tujuan mempelajari kristologi ini adalah :

  1. Untuk membuktikan kebenaran Firman Allah dalam Al-Qur’an yang menyatakan bahwa Kitab Suci umat Kristen saat ini telah mengalami distorsi seperti (Qs Al Baqarah :  79)
  2. Melaksanakan perintah Allah (Qs Ali Imran : 64)
  3. Memantapkan keimanan, bahwa Islam satu-satunya agama yang hak (Qs. Ali Imran : 19), (Qs Ali Imran : 83), (Qs Ali Imran: 85)
  4. Menyelamatkan umat dari ancaman pemurtadan (kristenisasi) seperti firman Allah (Qs Al Baqarah : 120), (Qs. Al Baqarah : 109), (Qs Ali Imran : 118)
  5. Mempersiapkan umat dalam menghadapi perang idiologi (ghozwu al-fikri) yang semakin meningkat intensitasnya seiring dengan merebaknya globalisasi informasi, yang dilancarkan oleh tiga serangkai musuh Allah Yahudi, Musyrik dan Nasrani melalui berbagai macam produk ideologi mereka seperti,Kapitalisme, Komunisme, Liberalisme dan lain-lain yang dipasarkan oleh makelar-makelar gajian semisal Ulil Abshor Abdallah dengan JIL nya dan Nurcholish Majid dengan PARAMADINA nya. Dengan pemikiran-pemikiran mereka yang aneh seperti, Akidah Islam Inklusivisme, Pluralisme, Gerakan Peminisme yang dibungkus dengan gaya bahasa Euphimis (penghalusan) seperti, istilah Toleransi yang pada hakikatnya adalah proses Tololisasi (Qs Al Maa’idah : 82), (Qs At Taubah : 33), (Qs Al Fath : 28)

Di zaman persaingan global seperti sekarang ini, Profesionalisme adalah suatu tuntutan yang mutlak dalam segala lapangan kehidupan, begitu juga dengan dunia dakwah. Maka sangat diharapkan bagi para mujahid dakwah dalam berbagai kapasitas dan tingkat intensitas tugasnya memenuhi syarat profesionalisme. Jadi sasaran yang akan dicapai dari pelatihan kristologi ini diharapkan dapat melahirkan kristolog-kristolog handal yang mampu menjawab berbagai tantangan dakwah terutama menghadapi para missionaris.  (web)

Baca juga:

Posted in: Lintas Agama