Paganisme Dalam Agama Kristen

Posted on September 12, 2011


Pada artikel ini kita akan membuktikan kaitan erat antara dogma-dogma Kristen dengan paganisme. Umumnya orang Kristen akan menolak mentah-mentah bahwa dogma Kristen berasal dari agama pagan. Namun melalui artikel ini, mari kita melihat kembali adanya kemiripan dan kesamaan persis antara dogma-dogma Kristen dengan ajaran agama pagan.

Perluasan tanah antara Sungai Nil Mesir hingga Sungai Eufrat, tempat tinggal berbagai bangsa termasuk bangsa Yahudi selama berada-abad sebelum kelahiran Yesus. Selama periode ini, wilayah tsb dibawah kendali banyak kerajaan dari berbagai bangsa, sebut saja Babylonia, Persia, Romawi, dll. Semua kerajaan tsb secara luas telah berhubungan dengan beragam budaya dan kepercayaan. Kita dapat melihat “agama Yesus” ini telah direvisi dan dimodifikasi sedemikian rupa pasca kepergiannya. Bahwa agama Kristen telah terpengaruh dan menyerap berbagai unsur ajaran paganisme, seperti agama Buddha, paganisme Romawi, paganisme Yunani, agama Hindu, agama orang Persia, dan kepercayaan orang-orang Mesir kuno, yang dicampur adukkan dengan Yudaisme, dll.

Informasi dibawah ini sebagian besar bersumber dari buku “Bible myths and their parallels in other religions” oleh T. W. Doane dan “Islam and Christianity in the modern world,” oleh Dr. Muhammad Ansari.

Kesan yang hendak selalu ditekankan oleh umat Kristen sekarang ini adalah bahwa terdapat perbedaan antara agama Kristen dengan paganisme. Menurut umat Kristen Trinitarian pula, terdapat perbedaan yang sangat-sangat besar antara dua agama tsb, dan jikalau ada kesamaan itu dapatlah dikatakan jarang (tidak terlalu penting).

Umat Kristen Trinitarian benar-benar lupa sejarah, atau barang kali memang sengaja melupakan sejarah, bahwa agama Kristen mendapat dukungan penuh dari kerajaan pagan Romawi, dan demi tegaknya agama Kristen dan merebut hati kaisar pagan Romawi, bapak-bapak Gereja telah memasukkan praktek ritual agama Pagan kedalam agama Kristen.

Bapak gereja terkenal yaitu Augustine (354-430) berkata “The same thing which is now called Christian Religion existed among the ancients. They have begun to call Christian the true religion which existed before.” (Hal yang sama dari apa yang disebut agama Kristen saat ini telah eksis diantara orang-orang zaman kuno. Mereka menyebut agama Kristen sebagai agama yang benar yang telah eksis sebelumnya)

Ikan dan Salib

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa simbol pertama dari agama Kristen adalah ikan. Pada sacramental cups, seals, and lamps Roh Kudus disimbolisasikan dengan seekor burung merpati dan Kristus oleh seekor ikan (barangkali karena pada waktu itu, ikan adalah satu dari elemen-elemen dari hidangan suci) atau oleh seorang penggembala yang memikul seekor domba di bahunya (lihat Lukas 15:3-7). Salib itu tidak diadopsi hingga jauh setelah kepergian Yesus. Satu dari alasan-alasan utama untuk ini adalah fakta bahwa ia yang mati disalib adalah dianggap dikutuk oleh Tuhan (Galatia 3:13). Sejarawan modern mengetahui fakta bahwa salib telah ada dan dipakai jauh sebelum kedatangan Yesus. Salib dipuja di India sebagai simbol Dewa Agni, yang dijuluki “Cahaya Dunia”. Salib ditempatkan di tangan Dewa Siva, Brahma, Vishnu, Krishna, Tvashtri, dan Jama. Salib juga dikenal oleh penganut agama Buddha dari zaman kuno dan para pengikut Lama dari Timbet.

Orang-orang Mesir juga mengadopsi salib sebagai simbol agama pagan mereka. Tak terhitung banyaknya bahwa orang-orang Mesir menggambar lukisan mereka sendiri sambil memegang salib ditangan mereka. Juru Selamat orang-orang Mesir, Horus, dilukiskan sedang memegang sebuah salib ditangannya. Horus “Kristus” ini juga dilukiskan sebagai anak kecil (an infant) yang duduk di lutut ibunya dengan sebuah salib. Salib dalam tradisi agama pagan mesir dikenal sebagai Crux Ansata, yang kemudian diadopsi oleh bapak-bapak Gereja Kristen.

Horus “Kristus”, juru selamat Mesir dan Dewa kematian dan alam bawah dunia, kadang-kadang direpresentasikan sedang memegang salibnya, jika dihubungkan dengan konsep kematian.

Salib juga dikenal di Irlandia. Salib juga dikenal pula oleh orang-orang Persia sebagai objek sesembahan untuk Dewa Matahari “Mithra” yang memikul sebuah salib. Orang-orang Yunani dan Romawi juga mengadopsi salib sebagai simbol agama mereka selama berabad-abad jauh sebelum kelahiran Yesus. Ada satu inkripsi kuno di Tessaly disertai oleh sebuah salib Calvary. Banyak salib-salib lainnya juga dapat ditemukan untuk memperindah kuburan Raja Midas di Phrygia.

Trinitas

Sekarang marilah kita mempelajari  Trintas yang berakar dari kepercayaan paganisme kuno. “Trinitas” agama Kristen didefinisikan dalam Kredo Nicea, yang disponsori oleh kaisar pagan Romawi Konstantin Yang Agung, adalah menggabungkan tiga entitas yang berbeda kedalam satu entitas. Umat Kristen Trinitarian mengatakan Tiga Tuhan dalam satu Tuhan, dan tidak pernah menyebut sebagai tiga Tuhan karena dapat dianggap sebagai bid’ah (Yesaya 43:10). Umat Kristen Trinitarian menyebut tiga entitas Tuhan sebagai co-eternal (sama kekal), co-substantial (sama substansi), and co-equal (sama sederajat). Dogma Kristen ini berasal dari ajaran filsafat Neo-Platonik yang tidak bersumber dari Tuhan, melainkan berasal dari kepercayaan agama pagan. Banyak agama-agama kuno dibangun berdasarkan Trinitas.

Di India kita dapat temukan doktrin ketuhanan Trinitas yang dikenal sebagai “Tri-murti” (tiga bentuk) yang terdiri dari Brahma, Vishnu, dan Siva. “Trinitas” ala India ini adalah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan meskipun bentuknya ada tiga. Para penyembah pagan Hindu menyembah “Trinitas” sebagai satu. Konsep seperti ini tidak menjadi problem berdasarkan logika penganut agama Hindu oleh karena mereka juga menyembah dewa-dewa dengan perwujudan tubuh seorang manusia dan berkepala gajah (Ganesh), atau dewa monyet (Hanoman), atau dewa-dewa yang mempunyai tangan enam, dll. Ingat, agama Hindu itu jika dirunut kebelakang adalah bertarikh sekitar 500 SM, yang akarnya berasal dari sekitar tahun 2000 SM.

Brahma juga memiliki Trinitas. Trinitas Brahmana terdiri dari Vajrapani, Manjusri, dan Avalokitesvara yang jika ketiga Tuhan itu dipersatukan maka disebut “Buddha”. Penduduk Cina dan Jepang juga menyembah Buddha, namun mereka mengenalnya sebagai “Fo”. Ketika mereka menyembahnya mereka berkata “Fo adalah satu Tuhan tetapi memiliki tiga bentuk.”

Sir William Jones pernah berkata:

“Very respectable natives have assured me, that one or two missionaries have been absurd enough to in their zeal for the conversion of the Gentiles, to urge that the Hindoos were even now almost Christians; because their Brahma, Vishnu, and Mahesa (Siva), were no other than the Christian Trinity.” (Bible myths and their parallels in other religions, hal. 370)

Orang-orang Mesir kuno juga menyembah Trinitas. Simbol mereka adalah sebuah sayap, sebuah peta dunia, and sebuah serpent yang diatributkan kepada tuhan mereka.

Orang-orang Yunani juga mengenal Trinitas. Ketika mengadakan korban untuk tuhan-tuhan mereka, mereka akan memercikkan air suci pada altar sebanyak tiga kali, kemudian mereka akan memercikkan kepada orang-orang sebanyak tiga kali juga. Kemudian kemenyan diambil dengan tiga jari dan menyebarkannya ke altar sebanyak tiga kali. Kita harus ingat bahwa filosofi orang-orang pagan Yunani mempunyai peranan penting dalam membentuk dan mendefinisikan wujud Tuhan yang umat Kristen klaim sebagai Trinitas.

T.W. Doane berkata:

“Berbagai pekerjaan Plato secara luas dipelajari oleh Bapak-bapak Gereja, orang yang gembira mengakui pada guru besar, guru sekolah, di waktu penuh, ditujukan untuk mengedukasi orang-orang kafir bagi Kristus, sebagaimana yang dilakukan oleh Musa terhadap orang-orang Yahudi. Bagian mukadimah: “Pada awalnya adalah Firman, dan Firman adalah dengan Tuhan, dan Firman adalah Tuhan” adalah satu fragmen dari beberapa uraian Pagan dalam filofosi Platonik, yang dengan nyata ditulis oleh Irenaeus. Bagian mukadimah tsb juga dikutip oleh Amelius, seorang filosof Pagan karena dengan tegas menyesuaikan Logos, atau Merkurius, Firman, yang dengan jelas adalah sebagai testimony yang dihormati yang berasal dari tuhannya bangsa barbar pagan…kemudian kita dapat melihat bahwa title “Firman” atau “Logos”, diaplikasikan untuk Yesus, adalah perpaduan antara Pagan dengan agama Kristen. Bentuk ini tidaklah diterima oleh umat Kristen hingga pertengahan abad ke dua Masehi. Orang-orang pagan Romawi kuno menyembah Trinitas. Sebuah wahyu dikatakan telah menyatakan bahwa ada ‘Tuhan yang pertama, kemudian Firman, dan dengan mereka ada Roh’. Disini kita melihat dengan jelas menghitung, Tuhan, Logos, dan Roh Kudus atau Hantu Kudus, di Roma kuno, dimana banyak perayaan kuil ibu kota ini – dari Jupiter Capitolinus – yang didedikasikan untuk tiga tuhan, yangmana tiga tuhan dihormati dengan cara disembah secara gabungan.” (Bible Myths and their parallels in other religions, hal. 375-376).

Trinitas bukanlah disusun oleh suatu kelompok secara sendirian, tetapi orang-orang Persia, Asyria, Phoenikia, Skandinavia, Druid, penduduk Siberia, orang-orang Meksiko kuno, Peru, dll, semuanya menyembah tuhan pagan “Trinitarian” jauh sebelum konsili Nicea tahun 325 M yang secara resmi diakui sebagai konsep tuhan yang benar.

 Natal

 Untuk pembahasan mengenai ajaran/ritual paganisme apa saja yang ada diadopsi perayaan kelahiran Yesus ini telah dibahas secara panjang lebar di artikel-artikel berikut :

Sekarang mati kita melihat kepercayaan pagan lainnya yang dikemudian hari diserap oleh agama Kristen:

Attis:

Tuhan pagan Attis adalah anak dari perawan Nana. Ia adalah “Kristus” dan “putra tunggalnya yang diperanakkan” Darahnya dipercaya dapat memperbaharui kesuburan bumi. Ia adalah sebuah simbol kekekalan. Ia dipercaya mati pada tanggal 24 Maret dan bangkit kembali secara singkat setelah hari kematiannya.

Adonis atau Tammuz:

Ia terlahir dari seorang perawan dan “kristus” Suriah. Ia mati untuk menembus dosa manusia, kemudian bangkit kembali dari kematian di musim semi.

Dionysus atau Bacchus:

Ia adalah “putra tunggal yang diperanakkan” oleh Yupiter, raja para dewa Romawi dan tuan dari kehidupan dan kematian (Bagi orang-orang Yunani, bapaknya adalah Zeus). Ia mempunyai nama dewa anggur dan pesta. Dionysus mati ditangan Titans, yang mengoyak tubuhnya sebagian, memanggang potongan tubuh, dan memakan tubuhnya. Pada poin ini Zeus campur tangan, menyelamakan beberapa potongan, dan menyuruh Apollo menguburkan potongan-potongan tubuh Dionysus di Delphi. Dipercaya, Dionysus bangkit dari kematian dan ia berkata kepada manusia “Ini Aku yang membimbingmu;ini Aku yang melindungimu, dan yang menyelamatkan mu; Akulah Alpha dan Omega.”Ia yang membunuh dosa manusia dan yang “orang yang dibunuh”, “penanggung dosa”, dan “penebus”. Dalam merayakannya, para penyembahnya akan mengamati Sparagmos; menyobek bagian hewan yang hidup, memakan dagingnya, dan meminum darahnya; para peserta percaya bahwa mereka ikut ambil bagian dari tubuh dan darah tuhan. Juga memainkan tahapan perayaan ini. Anggur adalah pusat dari kegiatan acara keagamaan ini. Tidakkah sama dengan agama Kristen

Bel atau Baal:

Ia adalah dewa matahari Babylonia. Cerita kehidupan dan penderitaannya sebagian diadopsi oleh para pengarang Injil dalam menyusun biografi Yesus Kristus. Disebut tuan universal, ia dibunuh oleh monster-monster tetapi kembali hidup. Ia mati dan bangkit kembali lalu dirayakan setiap tahun oleh masyarakat Kanaan dalam upacaya ritual kesuburan.

Osiris:

Ia adalah dewa Mesir, dewa kematian dan bawah dunia, lahir dari “perawan dunia” pada tanggal 29 Desember. Ia mengajarkan kelemah-lembutan dan kedamaian. Anggur dan jagung adalah penemuannya. Ia dikhianati oleh Typhen, dibunuh dan dikoyak-koyak tubuhnya. Ia tinggal di neraka selama dua atau tiga hari dan tiga malam. Ia akan mengadili manusia di kehidupan mendatang.

Mithras atau Mithra:

Ia adalah dewa matahari orang-orang Persia dan anak dari seorang perawan. Ia lahir pada tanggal 25 Desember. Natal dan Paskah adalah dua dari perayaan agama penting dari gerejanya. Penyembahnya mengobservasi pembaptisan, konfirmasi, dan makan malam sakramen suci yang ketika itu ia akan ambil bagian dari “dewa” mereka dalam bentuk roti dan anggur.

Krishna:

Dewa India Krishna juga menanggung kepedihan luar biasa sebagaimana cerita kehidupan Yesus versi Kristen. Krishna adalah inkarnasi dari Dewa India tertinggi yaitu Dewa Vishnu (penjaga dan pelindung dunia) dalam rahim Devaki. Nabi Hindu Bala meramalkan bahwa seorang juru selamat (kristus) akan “inkarnasi ke rumah Yadu, dan lahir dari rahim Devaki (seorang perawan suci), dan menggantikan penindasan dunia dari beban dosa dan kesedihan”. Pada saat kelahiran Krishna, para malaikat menyanyi bersama dan menyatakan “Dikirim melalui wanita baik hati inilah, alam akan dimuliakan.” Kelahirannya ditandai oleh sebuah bintang di surga. Meskipun darah kerajaan mengalir ditubuh Krishna, ia terlahir disebuah gua (cave). Krishna dihadiahi dengan hadiah kayu gaharu (sandalwood) dan parfum-parfum. Bapak asuhnya diperintahkan untuk melarikan diri dan sembunyi dari Raja Kansa yang menginginkan nyawa Krishna. Raja Kansa telah memerintahkan semua bayi laki-laki yang lahir pada malam itu untuk dibunuh. Satu dari mukjizat pertamanya adalah mengobati seorang penderita kusta. Ia selanjutnya dibunuh dan mengakibatkan sebuah gerhana matahari dan sebuah bentuk lingkaran hitam disekitar bulan. Roh-roh melihat pada semua sisi dan ia turun ke neraka, bangkit lagi, dan diangkat ke sorga dengan disaksikan oleh banyak saksi mata yang menyaksikan tubuh Krishna diangkat ke langit. Kelak Krishna akan “datang untuk kedua kalinya” di masa yang akan datang yang mana para pengikutnya senantiasa menantikannya. Tak terhitung banyaknya kesamaan-kesamaan lain dengan apa yang saat ini dikenal sebagai “agama Kristen” meskipun agama Hindu telah eksis ratusan tahun sebelum kelahiran Yesus. Berbagai riwayat dari masa kanak-kanak Krishna benar-benar berhubungan erat dengan riwayat apocryphal masa kanak-kanak Yesus. Dalam syair epic kuno, Krishna digambarkan sebagai seorang pahlawan besar, dan tidak sampai dengan abad 4 SM ia telah diangkat ke posisi seorang tuhan (dewa).

Sarjana Kristen modern telah mengakui fakta bahwa tiga dekade pertama, “Agama Kristen” masih menjadi sebuah sekte Yudaisme dan bahwa lima belas pertama uskup agama Kristen dikhitan dan beribadah di sinagoga (bait) Yahudi. Kita telah simak bersama diatas bagaimana pasca pengenalan agama Kristen kepada orang-orang Romawi dan “pengawalan” Kerajaan Romawi terhadap agama Kristen yang mulai melihat banyak “kebenaran” dari misi Yesus yang dahulu disembunyikan dari rasul-rasul Yesus pertama. Kita telah lihat juga bagaimana “Trinitas”, kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember, perayaan Paskah, dan banyak doktrin pokok agama Kristen tidak diakui sebagai “kebenaran” hingga setelah agama Yesus diadopsi dari orang-orang pagan itu yang selama berabad-abad sebelumnya telah mengenal doktrin “Trinitas”, “juru selamat/Kristus dari dosa”, “inkarnasi Tuhan”, “kematian dan kebangkitan”, “Natal dan Paskah”, “tiga hari tiga malam di neraka”. “putra tunggal yang diperanakkan oleh Tuhan”, “dibunuh oleh musuh”, dan banyak hal-hal lainnya yang kemudian “diinspirasikan” kepada mereka oleh “Tuhan” agar di “tulis” dalam Bible sehingga mereka dapat melihatnya secara jelas.

Baca juga:

Posted in: Lintas Agama